Make your own free website on Tripod.com

kenshuseides_23480.gif

Misi Hidup
Home
Tujuan
Anggota
Contact Us
Kegiatan
IPTEK
Informasi Kuliah
Links

Kita hadir di dunia ini minimal memiliki 3 misi. Pertama, sebagai hamba Alloh.
 Oleh karena itu, jadikanlah semua aktivitas kita sebagai sarana ibadah kepada
Alloh SWT. Kegelisahan timbul karena kita kurang ilmu, karena terlalu cinta
dunia, juga karena sangat enggan beribadah. Padahal, Alloh mendesain ritme
hidup kita untuk ibadah. Karir kehidupan kita pun bisa optimal bila kita
menyempurnakan ibadah.
Kedua, sebagai khalifah. Berkiprahlah di dunia ini dengan karya terbaik.
 Sebagai khalifah, selain mensejahterakan diri, kita juga harus mensejahterakan
 orang lain. Kemudian interksi kita di dunia ini selain mensejahterakan secara
lahir,  juga harus bisa menjadi cahaya secara bathin. Artinya, kita harus meng-
eksploitir lahir bathin agar bisa melakukan dan mempersembahkan karya terbaik.
Ketiga, sebagai pendakwah. Selain niat beribadah dengan ikhlas, kita juga harus
menjadi orang yang bisa menjadi contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan.
Ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi
 yang lain. Oleh karena itu, kalau kita ingin mengetahui tingkat keberuntungan
kita, lihatlah sampai sejauh mana kita berjuang sekuat tenaga dalam hidup ini
 mengeksploitir tenaga, pikiran, dan waktu kita untuk memberikan manfaat bagi
 orang lain. Kalau ini menjadi tata nilai kita, hidup kita akan nikmat.
Rezeki kita yang sesungguhnya adalah yang kita tabung dan kita nafkahkan di
jalan Alloh, Carilah rezeki setiap hari dengan niat agar makin banyak orang
yang lapar bisa makan dengan keringat kita. Makin banyak orang yang tidak
 berpakaian bisa hangat dengan jerih payah kita. Makin banyak orang yang tidak
berilmu bisa belajar dengan tetesan keringat kita. Bila semua itu dilakukan
dengan ikhlas karena Alloh semata, Insya Alloh akan menjadi amal.
Inilah misi hidup kita.
Kemudian, tingkatkan profesionalisme kita, hingga kita tidak hanya memberikan
manfaat dengan menyuplai harta, tapi juga bisa menyuplai ilmu, wawasan, dan
pengalaman bagi orang lain dengan kemuliaan.
Andai hidup kita yang sekali-kalinya di dunia ini bagai cahaya matahari yang
memancar, menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan, menumbuhkan bibit-
bibit kemuliaan, dan menyegarkan yang layu oleh terjangan kehidupan, maka kita
akan menjadi orang yang terus hidup kebaikannya. Inilah kesuksesan yang hakiki.
Orang yang sukses itu bukan orang yang dipuji oleh manusia karena harta kekaya-
an, gelar, pangkat atau jabatannya. Itu kecil, itu hanyalah topeng dan aksesoris
 duniawi belaka.
Aksesoris duniawi apapun yang kita miliki, itu hanyalah sekedar tempelan seder-
hana karena aset termahal kita adalah kematangan pribadi kita. Pensiun tidak
akan menjadi masalah bila diri kita jauh lebih berkualitas daripada pangkat ki-
ta. Berbeda dengan orang yang hanya sibuk bersembunyi di balik topeng, maka
pensiun, dimutasi, atau bertambah tua bisa menimbulkan kegelisahan tiada tara
karena memang itulah tempat persembunyiannya. Pensiun atau diambil pangkat dan
 jabatan justru akan memperjelas isi diri kita sesungguhnya.
Kemuliaan hakiki bagi kita adalah sejauh mana hidup kita mempunyai makna dan
nilai yang dahsyat bagi peradaban dan kesejahteraan umat manusia, yang didasari
 karena Alloh semata. Karena itu, latihlah diri kita bagaimana agar hidup yang
sekali-kalinya ini mempunyai nilai manfaat yang sebesar-besarnya.

Percayalah saudara-saudaraku sekalian, kita tidak akan selamat dan berbahagia
 dengan apa yang kita kumpulkan, tapi kita akan jauh lebih berbahagia bila kita
bisa menafkahkan apa yang Alloh titipkan pada kita. Jaminan Alloh tidak datang
 kepada orang yang kikir, tapi datang kepada ahli sedekah baik lahir maupun
batin.
Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita kearifan demi kearifan agar kekayaan
termahal dalam hidup kita, yakni perubahan diri kita, menjadi semakin matang,
 dewasa, penuh manfaat, tidak cinta dunia, cemerlang dengan keikhlasan, mening-
gi dengan kerendahan hati, dan semakin mempesona dengan kemuliaan akhlak.
Marilah kita menjadi pribadi yang baru yang mempunyai orientasi sebagai ahli
 ibadah, sebagai khalifah yang berkarya dan sebagai contoh kebaikan.
 Kita tinggalkan dunia ini setelah mempersembahkan karya terbaik kita.
Kita sambut saat kematian kita esok lusa dengan karya terbaik kita yang
 bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti.

 

Sumber: lupa...:D

Dekiru dake benkyo shite gamang shite gambarimasu...
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.